Tajdid Al-Nikah karena wali yang tidak sah di KUA Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung

Ramdani, Moch (2022) Tajdid Al-Nikah karena wali yang tidak sah di KUA Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_COVER.pdf

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_ABSTRAK.pdf

Download (49kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_DAFTAR ISI.pdf

Download (124kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_BAB 1.pdf

Download (301kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (406kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (222kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (223kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (33kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (181kB) | Request a copy

Abstract

Tajdid al-Nikah merupakan proses dan upaya untuk menghilangkan keraguan dari keabsahan perkawinan dengan cara mengulangi akad perkawinannya. Tajdid al-nikah di KUA Banjaran dilakukan dengan hanya menikahkan ulang tanpa memberikan buku nikah lagi, dengan kata lain hanya dilaksanakan perkawinan agama. Perkawinan di ulangi supaya sah menurut agama, dan tidak terjadi perzinahan didalam rumah tangga tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang terjadinya Tajdid al-Nikah di KUA Kecamatan Banjaran. Untuk mengetahui pelaksanaan Tajdid al-Nikah karena wali yang tidak sah di KUA Banjaran. Dan untuk mengetahui implikasi hukum terhadap pelaksanaan tajdid al-nikah di KUA Kecamatan Banjaran. Penelitian ini berangkat dari pemikiran mengenai vitalnya keabsahan dari akad sebuah perkawinan. Apabila perkawinan diawali dengan akad yang tidak sah maka perkawinannya pun tidak sah, dan selama perkawinan tersebut berlangsung, maka yang terjadi adalah perzinahan. Dalam kasus ini yang disoroti adalah wali dari perkawinan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian didapatkan bahwa latar belakang terjadinya Tajdid al-Nikah di KUA Kecamatan Banjaran adalah karena perkawinan pertama yang dilaksanakan oleh pasangan ID (Suami) dan WL (Istri) merupakan perkawinan yang menggunakan wali yang tidak sah berdasarkan laporan dari paman WL. Oleh karena itu atas musyawarah yang dilakukan oleh beberapa pihak yang berkepentingan perkawinan ID dan WL diulangi. Dalam pelaksanaan Tajdid al-Nikah dilaksanakan sebagaimana rukun dan syarat dalam syariat Islam. Hanya saja tidak diketahui banyak orang, karena dilaksanakan dan dihadiri oleh beberapa orang saja. Tajdid al-Nikah ini tidak berimplikasi terhadap akad nikah yang pertama. Hal ini karena perkawinan kedua atau tajdid al-nikah pasangan ID dan WL hanya sebagai bentuk kehati-hatian dan penegasan terhadap akad yang pertama.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Tajdid An-Nikah; Wali yang tidak Sah; dan KUA Kecamatan Banjaran
Subjects: Law > Research and Statistical Methods of Law
Law > General Publications of Law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyah
Depositing User: Moch. Ramdani
Date Deposited: 13 Apr 2023 04:03
Last Modified: 13 Apr 2023 04:03
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/66764

Actions (login required)

View Item View Item