Al-Dakhil dalam tafsir al-Nukat wa al-‘Uyun dan implikasinya bagi penafsiran : Studi penafsiran QS. Yasin

Maulana, Muhamad Erpian (2022) Al-Dakhil dalam tafsir al-Nukat wa al-‘Uyun dan implikasinya bagi penafsiran : Studi penafsiran QS. Yasin. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (124kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (82kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (307kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (333kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (254kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (812kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (78kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (182kB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA : Tidak jarang produk gagasan penafsir mengandung kecacatan. Al-Ma>wardi dengan karya tafsirnya, al-nukat wa al-‘uyu>n tidak luput dari sorotan. Dalam pemaknaannya terhadap QS. Yasin, terdapat indikasi-indikasi kecacatan penafsiran. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis data berupa analisis-isi dan teori dakhi<l sebagai pisau bedah dalam mengupas ketimpangan penafsiran dalam QS. Yasin pada tafsir al-nukat wa al-uyu>n. Dalam penelitian ini penulis menemukan lima bentuk dakhi<l. Pertama, informasi yang berkaitan dengan ya>si<n adalah nama lain Allah SWT. dan atau nama Nabi Muhammad SAW. yang termasuk pada dakhi<l al-naqli pertama. Kedua, as{ha>b al-qaryah bukanlah kota Ant}akiyah. Dalam QS. Yasin disebutkan bahwa as}ha>b al-qaryah adalah masyarakat yang tidak beriman kepada utusan Tuhan, sedangkan masyarakat Ant}akiyah adalah masyarakat yang beriman kepada utusan Tuhan. Penafsiran ini termasuk pada dakhi<l keenam. Ketiga, paha kiri manusia bukanlah merupakan anggota tubuh pertama yang berbicara di akhirat kelak, karena berdekatan dengan alat vital yang memiliki potensi kuat bermaksiat. Penafsiran ini termasuk pada dakhi<l al-naqli yang pertama. Keempat, pohon hijau dimaknai dengan Nabi Ibrahim dan api dimaknai dengan cahaya Nabi Muhammad SAW. yang termasuk pada dakhi<l al-ra’yi keempa. Keempat, keutaman surat yasin yang pembacanya akan mendapat pahala sejumlah sekian termasuk pada dakhi<l al-naqli pertama. Didapati kecacatan penafsiran dalam tafsir al-nukat wa al-uyu>n karena pengaruh dari gagasan mufassir sebelumnya yang dijadikan al-Ma>wardi sebagai rujukan yang dinilai bercacat, dan al-Mawa>rdi tidak memberikan komentar dan ulasan terkait penafsiran-penafsiran tersebut. Selain itu terdapat kesamaan antara riwayat-riwayat bercacat, yaitu motivasi untuk melakukan dan tidak melakukan sesuatu. Jika dalam konteks penafsir-penafsirannya, berimplikasi pada bahwa tafsir tidak bersifat final. Pengsakralan terhadap penafsir tidak menjamin gagasan-gagasannya tidak terindikasi bercacat. Kendatipun demikian, tidak pula mendeskritkan kealiman dan kesolehan penafsir. Gagasan-gagasan yang terlahir dari penafsir (tidak bercacat dan atau bercacat), sejatinya terpengaruh kuat oleh latar belakang keilmuannya. Kecacatan dalam penafsiran QS. Yasin berimplikasi pada pemahaman dan pengamalan pembaca. Dalam kasus ya>sin< sebagai nama lain Nabi Muhammad SAW., sebagian muslim membuat redaksi salawat (salawat badar) dengan nama tersebut (ya>si<n). Dalam kasus ash}a<b al-qaryah sebagian pembaca tafsir meyakini kebenaran bahwa yang dimaksud adalah Ant}akiyah, sedangkan secara substansial dan sejarah informasi tersebut terbantahkan. Dalam kasus paha sebagai aggota tubuh pertama yang berbicara di akhirat kelak karena potensi dosa terbesar ada pada anggota tubuh di atasnya (alat vital), seolah menafikan anggota tubuh lain. Sedangkan sejatinya, semua anggota tubuh manusia mempunyai potensi yang sama kuat dalam melakukan perbuatan dosa. Dalam kasus pemaknaan pohon hijau dan api dengan Nabi Ibrahim AS. dan cahaya Nabi Muhammad SAW. berimplikasi pada seolah-olah penafsir menyiratkan symbol tentang agama samawi, bahwa Nabi Ibrahim sebagai pohonnya dan Nabi Muhammad SAW. sebagai cahaya hasil penyempurna atas agama-agama sebelumnya. Dalam kasus fadilah surat yasin mempunyai pahala sejumlah sekian dan sebagai jantung perisainya Alquran, membuat sebagian masyarakat membuat tradisi baik dalam pembacaan QS. Yasin. Sekalipun hadis-hadis yang dijadikan rujukan adalah hadis yang tidak valid, namun masih bisa diterima. ENGLISH : Not infrequently the product of the interpreter's ideas contains defects. Al-Ma>wardi, with his work of commentary, al-nukat wa al-'uyu>n, has not escaped the spotlight. In the meaning of QS. Yasin, there are indications of flawed interpretation. The author uses a qualitative research method with data analysis techniques in the form of content-analysis and the theory of dakhi<l as a scalpel in exposing the inequalities of interpretation in the QS. Yasin on the interpretation of al-nukat wa al-uyu>n. In this study the authors found five forms of dakhi<l. First, information related to ya>si<n is another name for Allah SWT. and or the name of the Prophet Muhammad SAW. which is included in the first dakhi<l al-naqli. Second, as{ha>b al-qaryah is not the city of Ant}akiyah. In QS. Yasin stated that as}ha>b al-qaryah is a community that does not believe in God's messenger, while the Anthakiyah community is a community that believes in God's messenger. This interpretation belongs to the sixth dakhi<l. Third, the human left thigh is not the first member of the body to speak in the afterlife, because it is close to a vital organ that has a strong potential for sin. This interpretation belongs to the first dakhi<l al-naqli. Fourth, green trees are interpreted as the Prophet Abraham and fire is interpreted as the light of the Prophet Muhammad SAW. which is included in the fourth dakhi<l al-ra'yi. Fourth, the virtue of the Yasin letter whose reader will receive a certain amount of reward, including the first dakhi<l al-naqli. Interpretation defects were found in the interpretation of al-nukat wa al-uyu>n due to the influence of the previous mufassir's ideas which al-Ma>wardi used as references which were considered flawed, and al-Mawa>rdi did not provide comments and reviews regarding these interpretations. In addition, there are similarities between the flawed narrations, namely the motivation to do and not do something If in the context of the interpretations, it has the implication that the interpretation is not final. The sacredness of the interpreter does not guarantee that his ideas are not indicated to be flawed. Even so, it does not discredit the wisdom and piety of the interpreter. The ideas that are born from interpreters (without blemish and/or defects), are actually strongly influenced by their scientific background. Flaws in the interpretation of QS. Yasin has implications for the understanding and practice of the reader. In the case of ya>sin< as another name for the Prophet Muhammad SAW., some Muslims made salawat (salawat badar) with that name (ya>si<n). In the case of ash}a<b al-qaryah, some commentators believe the truth is that what is meant is An}a<b al-qaryah, while substantially and historically this information is refuted. In the case of the thigh as the first member of the body to speak in the afterlife because the biggest potential sin lies in the limb above it (vital organ), as if ignoring other members of the body. Whereas in truth, all members of the human body have the same potential to commit sinful acts. In the case of the meaning of the green tree and fire with the Prophet Abraham AS. and the light of the Prophet Muhammad SAW. has implications as if the interpreter implies a symbol of divine religion, that the Prophet Abraham is the tree and the Prophet Muhammad SAW. as the light of the perfect result of the previous religions. In the case of Fadilah, Surah Yasin has a number of rewards and as the heart of the shield of the Koran, it makes some people make good traditions in reading QS. Yasin. Even if the hadiths used as references are invalid hadiths, they are still acceptable.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Al-Mawardi; Al-nukat wa Al-uyun; Asil; Dakhil; Israiliyyat;
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Muhamad Erpian Maulana
Date Deposited: 14 Mar 2023 00:56
Last Modified: 14 Mar 2023 00:56
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/65914

Actions (login required)

View Item View Item