Budaya Patriarki dalam kehidupan sosial perempuan sebagai bentuk ketidakadilan gender : Studi kasus tentang fenomena shalat Ied yang hanya boleh dihadiri jamaah laki-laki di Masjid Jami Ancaran Kuningan Jawa Barat

Fauziah, Nina (2022) Budaya Patriarki dalam kehidupan sosial perempuan sebagai bentuk ketidakadilan gender : Studi kasus tentang fenomena shalat Ied yang hanya boleh dihadiri jamaah laki-laki di Masjid Jami Ancaran Kuningan Jawa Barat. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (163kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (163kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (536kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (324kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (533kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (164kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (283kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah rutinitas keagamaan di Masjid Jami Ancaran Kuningan Jawa Barat mengenai pelaksanaan shalat ied,baik idul fitri maupun idul adha yang dilaksanakan setiap tahunnya. Ini merupakan suatu tradisi yang sudah ada sejak dulu bahwa pelaksanaan shalat ied jamaahnya hanya terdiri dari laki-laki saja dan tidak boleh ada perempuannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan fenomena tersebut ada dan apakah fenomena ini merupakan bentuk dari budaya patriarki. Penelitian ini juga bertujuan untuk menelaah sudut pandang masyarakat desa Ancaran dalam melihat fenomena tersebut. Peneliti menggunakan teori konstruksi sosial terhadap sebuah realitas sosial yang dikemukakan oleh Peter L. Berger dan Luckman untuk melihat bagaimana sudut pandang masyarakat dalam melihat fenomena tersebut, melalui tiga tahap proses terjadinya sebuah konstruksi sosial yaitu proses eksternalisasi, proses objektivasi dan proses internalisasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif pendekatan kualitatif. Data yang terkumpul merupakan hasil dari kegiatan observasi, wawancara secara teratur dan mendalam kepada masyarakat desa Ancaran, Kuningan, Jawa Barat. Peneliti menggunakan teknik analisis yang berangkat dari data lapangan dan dilakukan proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kronologis dari fenomena sholat Ied yang hanya bisa dihadiri oleh jamaah laki-laki di Masjid Jami Ancaran adalah bermula dari para pemuka agama terdahulu yang berguru kepada ulama-ulama di Benda Kerep, Cirebon. Masjid-masjid dan musholla yang ada di Benda Kerep tidak ada perempuan dalam pelaksanaan sholat Ied. Bahkan sholat yang lainnya pun demikian. Budaya keislaman di sana sangat kental. Mereka berdasar pada salah satu hadits Nabi SAW yang menyatakan bahwa alangkah lebih baik jika perempuan sholat di rumah saja. Maka, tradisi tersebut pun dibawa ke desa Ancaran, dan masih diberlakukan hingga saat ini. Adapun sudut pandang dari masyarakat beragam dari berbagai kalangan. Ada yang memandang bahwa hal ini adalah bentuk dari budaya patriarki karena membatasi perempuan dalam hal beribadah, dan menganggap ini sebagai tradisi dari sesepuh yang harus dipertahankan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Shalat Ied; Masjid Jami Ancaran; Perempuan; Pandangan
Subjects: Sociology and Anthropology, Society
Social Groups > Gender
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Nina Fauziah
Date Deposited: 13 Sep 2022 03:09
Last Modified: 13 Sep 2022 03:09
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/56468

Actions (login required)

View Item View Item