Pandangan wartawan mengenai praktik jurnalisme data di Indonesia: Studi fenomenologi Alfred Schutze mengenai pandangan wartawan katadata.co.id, kompas.com dan bandungbergerak.id pada jurnalisme data di Indonesia

Pusvicha, Andinie (2022) Pandangan wartawan mengenai praktik jurnalisme data di Indonesia: Studi fenomenologi Alfred Schutze mengenai pandangan wartawan katadata.co.id, kompas.com dan bandungbergerak.id pada jurnalisme data di Indonesia. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf.pdf

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf.pdf

Download (336kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf.pdf

Download (512kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
4_bab1.pdf.pdf

Download (495kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
5_bab2.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (538kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
6_bab3.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (726kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
7_bab4.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (334kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (324kB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA : Kemajuan teknologi dan informasi yang kian pesat memberikan kemudahan akses sekaligus kemudahan penyebaran informasi. Hal ini memicu terjadinya penyebaran berita bohong menjadi semakin merajalela. Berita bohong atau fake news tersebut biasanya disebabkan oleh ketidakvalidan data atau perkataan narasumber yang dicantumkan dalam berita. Menangani hal ini, jurnalisme data hadir sebagai jawaban. Berita jurnalisme data yang dibuat berdasarkan data dan melalui proses analisis mampu menekan berita bohong di Indonesia. Penyajiannya yang ciamik melalui visualisasi yang menarik membuat jurnalisme data mudah diterima dan membawa dampak positif bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan kepada wartawan yang terlibat langsung dalam proses pembuatan berita jurnalisme data, yang mana wartawan yang menjadi informan dalam penelitian ini bekerja pada media yang sudah menerapkan jurnalisme data yakni Katadata.co.id, Kompas.com dan BandungBergerak.id. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan, pengalaman dan pemaknaan wartawan mengenai praktik jurnalisme data di Indonesia. Penelitian ini menggambarkan bagaimana pandangan dan pemaknaan yang diberikan oleh seseorang yang terlibat langsung dalam proses pembuatan berita berbasis data yang belum banyak diterapkan oleh media-media online di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi oleh Alfred Schutze. Dalam teorinya, Schutz menghubungkan antara pengetahuan ilmiah dengan pengalaman sehari-hari. Schutze berpendapat bahwa tindakan individu menjadi suatu hubungan sosial apabila individu itu memberikan makna tertentu dalam tindakan yang diambil, dan individu lainnya memahami pula tindakan tersebut sebagai sesuatu yang penuh akan makna. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa wartawan memandang praktik jurnalisme data sebagai sesuatu yang baru dalam dunia jurnalitik. Jurnalisme data dalam pandangan wartawan juga merupakan gabungan antara ilmu jurnalistik, desain grafis dan analisis data dimana data disajikan sebagai bintang utama dalam sebuah berita. Selain itu, dalam pandangan wartawan, perbedaan jurnalisme data dengan produk jurnalisme lainnya terletak pada kedudukan data itu sendiri serta proses pencarian data lebih diutamakan dibandingkan pendapat narasumber. Hambatan yang dirasakan wartawan dalam meliput berita berbasis data adalah keterbukaan data di Indonesia yang dinilai masih sangat buruk. Wartawan merasa masih kesulitan dalam mengakses data-data publik, meskipun terdapat kemudahan di sebagain lembaga penyedia data namun data yang disajikan biasanya tidak lengkap atau bahkan tidak sinkron antara satu lembaga dengan lembaga lain. Wartawan memaknai praktik jurnalisme data di Indonesia sudah baik meskipun belum bisa dikatakan ideal. Hal ini dilihat dari lembaga penyedia data yang masih buruk pelayanan dan penyediaan datanya. Hal ini menjadi sorotan khusus yang perlu diperhatikan bagi instansi kepemerintahan ataupun lembaga-lembaga penyedia data lainnya. Kata Kunci: Wartawan, Jurnalisme Data ENGLISH : Advances in technology and information are increasingly rapidly providing ease of access as well as ease of dissemination of information. This triggers the spread of fake news to become increasingly rampant. The fake news or fake news is usually caused by the invalidity of the data or the words of the sources included in the news. Dealing with this, data journalism comes as an answer. Data journalism news that is based on data and through an analysis process is able to suppress fake news in Indonesia. Its beautiful presentation through attractive visualizations makes data journalism easy to accept and has a positive impact on society. This research was conducted on journalists who were directly involved in the process of making data journalism news, in which journalists who became informants in this study worked on media that had implemented data journalism, namely Katadata.co.id, Kompas.com and BandungBergerak.id. This study aims to determine the views, experiences and meanings of journalists regarding the practice of data journalism in Indonesia. This study describes how the views and meanings given by someone who is directly involved in the process of making data-based news have not been widely applied by online media in Indonesia. This research uses phenomenological theory by Alfred Schutze which connects scientific knowledge with everyday experience and uses constructivism paradigm. The method used in this research is descriptive method and qualitative approach, as well as data collection techniques used are observation and interviews. The results of the research on journalists' views on the practice of data journalism in Indonesia reveal that, first, journalists view the practice of data journalism as something new in the world of journalism. Data journalism is also a combination of journalism, graphic design and data analysis where data is presented as the main star in a news story. In the journalist's view, the difference between data journalism and other journalism products lies in the position of the data itself and the data search process which takes precedence over the opinion of the sources. Second, the experience of journalists in making data journalism news shows that there are obstacles in covering data-based news, namely data openness in Indonesia which is still considered very poor. Journalists still find it difficult to access public data, although there are conveniences in some data providers, the data presented is usually incomplete or even out of sync between one institution and another. Third, journalists interpret the practice of data journalism in Indonesia as good, although it cannot be said to be ideal. This can be seen from the idealism of data provider institutions that still have poor service and data provision. This is a special spotlight that needs to be considered for government agencies or other data provider institutions. Keywords: Journalist, Data Journalism

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Pandangan; Wartawan; Jurnalisme Data
Subjects: Journalism and Newspapers in Indonesia
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Jurnalistik
Depositing User: Andinie Pusvicha
Date Deposited: 09 Sep 2022 07:08
Last Modified: 09 Sep 2022 07:08
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/56206

Actions (login required)

View Item View Item