Komunikasi Terapeutik dalam Ruqyah:Studi fenomenologi pada pengobatan Ruqyah klinik Bekam Ruqyah Centre Bandung

Hayat, Bahrul (2020) Komunikasi Terapeutik dalam Ruqyah:Studi fenomenologi pada pengobatan Ruqyah klinik Bekam Ruqyah Centre Bandung. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (210kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (305kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (604kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (276kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (357kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (298kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (327kB) | Request a copy

Abstract

Maraknya pengobatan alternatif telah mendapat respon positif dari masyarakat, karena dipandang murah dan mudah, juga karena rasa takut untuk menjalani operasi, dan tidak mau mengkonsumsi obat medis yang terbuat secara kimiawi. Di antara pengobatan alternatif terdapat pengobatan melalui bekam dan ruqyah yang dikenal sebagai pengobatan ala nabi (ath-Thibun An-Nabawi) yang dalam prosesnya tidak lepas dari proses komunikasi yang bersifat terapeutik, yaitu komunikasi yang direncanakan secara sadar dengan tujuan untuk kesembuhan pasien. Pengobatan ini dalam tindakannya menggunakan bacaan ayat-ayat tertentu yang dapat dimengerti artinya dan berasal dari al-Qur’an ataupun hadits Nabi (ma’tsur dari Nabi), kemudian di masyarakat di Indonesia lebih sering sebut sebagai metode ruqyah. Fokus penelitian ini adalah mengenai komunikasi terapeutik dalam pengobatan ruqyah pada Bekam Ruqyah Centre (BRC) dengan tujuan untuk mengetahui gangguan penyakit yang ditangani oleh peruqyah dalam proses pengobatan ruqyah, untuk mengetahui bentuk komunikasi yang dilakukan oleh peruqyah dalam proses penyembuhan dan pemulihan pasien ruqyah, dan untuk mengetahui keterampilan yang dimiliki oleh peruqyah dalam menyembuhkan pasien ruqyah. Penelitian didasarkan pada penjelasan Potter dan Perry (1993), bahwa komunikasi terapeutik pada dasarnya diimplementasikan dalam dua jenis kegiatan komunikasi, yaitu verbal dan nonverbal yang dimanifestasikan secara terapeutik. Selanjutnya penelitian ini didasarkan pada teori konsistensi kognitif yang termasuk dalam kelompok komunikasi persuasif dan temasuk dalam kategori komunikasi antarpribadi (interpersonal) dengan asumsi bahwa untuk mengatasi ketidakkonsistenan pikiran dan perasaan, seseorang akan melakukan berbagai macam hal, seperti mengubah sikap atau perilaku sebagai bagian dari aspek kognitif agar kembali mencapai konsistensi atau keseimbangan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi fenomenologi dengan tujuan untuk mengetahui sekaligus mendeskrifsikan dunia dari sudut pandang orang yang mengalaminya secara langsung atau berkaitan dengan sifat-sifat alami pengalaman manusia, dan makna yang terdapat padanya. Sedangkan teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui teknik wawancara dan observasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peruqyah memahami bahwa proses komunikasi terapeutik dalam ruqyah pada Bekam Ruqyah Centre (BRC) sebagai proses komunikasi yang kompleks dalam bentuk komunikasi interpersonal dan komunikasi transendental dengan menggunakan kesatuan antara verbal dan nonverbal dalam proses penyampaian pesannya. Kemudian peruqyah memaknai proses komunikasi terapeutik dalam ruqyah merupakan sebuah kontruksi penghayatan dan pengamalan sunah Nabi atas dasar nilai-nilai syari’at Islam yang tidak hanya digunakan untuk menyampaikan makna, merepresentasikan gagasan, serta nilai ketaatan kepada Nabi, tetapi juga sebagai cara peruqyah mengkomunikasikan pesan dakwah kepada pasien melalui proses pertukaran pikiran dan perasaan yang menjadi bagian dalam proses memfasilitasi penyembuhan pasien yang didasarkan pada nilai-nilai syari’at Islam dan keyakinan bahwa kesembuhan adalah atas izin Allah ‘Azza wa Jalla. Sedangkan dari aspek pengalaman peruqyah mengenai proses komunikasi terapeutik dalam pengobatan dilakukan dengan komunikasi persuasif sebagai komunikasi manusiawi yang dirancang untuk memengaruhi, memotivasi dan mengubah keyakinan, nilai, serta mengubah sikap dan perilaku pasien sehingga pasien dapat melakukan proses penyeimbangan kognitif sehingga dapat meyakinkan pasien agar mampu mencapai keadaan yang diharapkan, yakni dapat segera sembuh dari penyakit yang sedang dialaminya. ENGLISH : The rise of alternative medicine has received a positive response from the community, because it is considered cheap and easy, also because of fear to undergo surgery, and does not want to consume medical drugs made chemically. Among alternative treatments there is treatment through cupping and Ruqyah known as the treatment of the Prophet (ath-Thibun An-Nabawi) which in the process is not separated from the therapeutic process, which is a consciously planned communication with the purpose for the healing of the patient. This treatment in action uses a reading of certain verses that are understandable meaning and derived from the Qur'an or Hadith prophet (Ma'tsur from the Prophet), then in the community in Indonesia more often refer to as the method of Ruqyah. The focus of this research is on therapeutic communication in the treatment of Ruqyah at Bekam Ruqyah Centre (BRC) with the aim of knowing the disease disorder handled by the Peruqyah in the treatment process Ruqyah, to know the form of communication conducted by the Peruqyah in the process of healing and recovery of Ruqyah. The research is based on the explanation of Potter and Perry (1993), that therapeutic communication is essentially implemented in two types of communication activities, namely verbal and nonverbal which is therapeutic manifested. Furthermore, this research is based on the theory of cognitive consistency included in the persuasive communication group and including in the interpersonal (interpersonal) communication category assuming that to overcome the inconsistency of thoughts and feelings, one will do a variety of things, such as changing attitudes or behaviors as part of the cognitive aspect to re-achieve consistency or balance. This research uses the type of qualitative research with the method of phenomenology study with the aim to know as well as to define the world from the perspective of the person experiencing it directly or related to the natural properties of the human experience, and the meaning of it. While the data collection techniques are conducted through interviews and observation techniques in the field. The results showed that the Peruqyah understood that the therapeutic communication process in the Ruqyah in Bekam Ruqyah Centre (BRC) as a complex communication process in the form of interpersonal communication and transcendental communication using the unity between verbal and nonverbal in the process of delivering the message. Then the Peruqyah means the process of therapeutic communication in Ruqyah is a contraption and practice of the Prophet's Sunnah on the basis of Islamic values that are not only used to convey meaning, represent the idea, as well as the value of obedience to the Prophet, but also as a way of Peruqyah communicating the message of Da'wah to the patient through the process of exchanging thoughts and feelings that are part in the process of facilitating the healing of patients based on Islamic values and belief that healing is at the permission of Allah ' Azza wa Jalla. While the aspect of the experience of the changes in therapeutic communication process is done by persuasive communication as human communication designed to influence, motivate and change confidence, value, and change the attitude and behavior of the patient so that the patient can perform cognitive balancing process so as to convince the patient to be able to achieve the expected condition, that can be recovered from the disease that is being experienced.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Komunikasi Terapeutik; Bekam dan Ruqyah; Peruqyah;
Subjects: Islam > Sufi Orders
Educational Institutions, Schools and Their Activities
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Bahrul Hayat
Date Deposited: 17 Sep 2020 01:46
Last Modified: 17 Sep 2020 01:46
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/33457

Actions (login required)

View Item View Item