Pengaruh benih penjenis kentang (Solanum tuberosum L.) dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil benis dasar dengan teknik hidroponik substrat

Hilman, Asep (2019) Pengaruh benih penjenis kentang (Solanum tuberosum L.) dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil benis dasar dengan teknik hidroponik substrat. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (454kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (328kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (347kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (424kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (570kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (587kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (191kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (442kB) | Request a copy

Abstract

Ketersediaan Benih dasar (G0) mampu menentukan jumlah produksi tanaman kentang di indonesia. Benih dasar masih terbatas, hal tersebut dikarenakan kurangnya penerapan pertanian modern petani indonesia. Sistem hidroponik substrat dengan media tanam yang tepat mampu meningkatkan produksi Benih dasar (G0), sehingga mampu menambah ketersediaan benih kentang di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi atau tidak pada perlakuan taraf benih penjenis kentang (BS) dan taraf media tanam serta mengetahui interaksi terbaik terhadap hasil dari kombinasi perlakuan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Rumah Kasa Insani Agro Samesta Margamulya, Pangalengan, kab. Bandung pada tanggal 14 Juni – 29 November 2017. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor, faktor pertama adalah berbagai taraf Benih Penjenis (BS) (b1 =benih berupa umbi mikro: b2 = benih berupa Stek; b3 = benih berupa Planlet) dan faktor kedua adalah taraf media tanam (m1 = arang sekam; m2 = cocopeat; m3 = tanah subsoil; m4 = campuran arang sekam dan cocopeat (50:50)) sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali. Uji lanjut yang digunakan adalah Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara berbagai taraf Benih Penjenis (BS) dan media tanam pada parameter tinggi tanaman, bobot segar tanaman, jumlah umbi, dan bobot umbi pertanaman, serta terjadi efek mandiri pada perlakuan Benih Penjenis (BS) terhadap bobot kering tanaman dan efek mandiri terjadi pada perlakuan media tanam dan Benih Penjenis (BS) terhadap Nisbah Pupus Akar (NPA). Kata Kunci: Hidroponik substrat, Benih Kentang G0, Media Tanam, Interaksi, Respons

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Hidroponik substrat; Benih Kentang G0; Media Tanam; Interaksi; Respons
Subjects: Specific Techniques of Agriculture
Specific Techniques of Agriculture > Cultivation
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Pertanian/Agroteknologi
Depositing User: Asep Hilman
Date Deposited: 08 Sep 2020 02:05
Last Modified: 08 Sep 2020 02:05
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/33161

Actions (login required)

View Item View Item