Analisis penerimaan Pajak Daerah pada Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Banjar Tahun 2013-2017

Fathurrohman, Nijar (2019) Analisis penerimaan Pajak Daerah pada Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Banjar Tahun 2013-2017. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_COVER.pdf

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_ABSTRAK.pdf

Download (200kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_DAFTAR ISI.pdf

Download (569kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_BAB I.pdf

Download (337kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (361kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (459kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (657kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (197kB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan Negara yang digunakan untuk melaksanakan pembangunan bagi seluruh rakyat Indonesia. Penerimaan pajak daerah yang ideal adalah penerimaan yang terus menerus bertumbuh, tanpa satu tahun atau bahkan satu triwulan pun mengalami penurunan. Penerimaan pajak daerah setiap tahunnya memberikan kontribusi yang besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain untuk pembangunan suatu daerah, penerimaan pajak daerah merupakan salah satu sumber anggaran belanja daerah (APBD), ada banyak sekali potensi-potensi yang berada di wilayah Kota Banjar yang menyebabkan terjadinya penerimaan pajak daerah melebihi target. Teori yang digunakan peneliti adalah menurut Dharma tentang penerimaan pajak daerah meliputi Kualitas, mutu yang dihasilkan tercapai atau tidak oleh penerimaan pajak daerah kuantitas jumlah yang harus diselesaikan telah mencapai target dan Waktu sesuai atau tidaknya waktu yang telah di rencanakan. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptf karena peneliti beranggapan dengan menggunakan metode ini bisa mendapatkan informasi untuk digunakan sebagai solusi atas masalah tersebut. Penerimaan pajak daerah di Kota Banjar dilihat dari kualitas yang dipengaruhi oleh potensi pajak, pelayanan yang baik dan sosialisasi, kuantitas ada 4 sektor yang paling mempengaruhi penerimaan pajak daerah yaitu PBB, BPHTB, Penerangan jalan, pajak restroan dan waktu yang di targetkan dalam 1 tahun selalu tercapai. Penerimaan pajak daerah di Kota Banjar bersifat positif dikarenakan indikasi peenerimaan pajak yang mencapai target 100%, hal itu di sebabkan karena tercapainya kualitas, kuantitas, dan waktu sebagaimana mengacu pada teori Dharma. Kualitas penerimaan pajak di Kota Banjar dipengaruhi dari potensi pajak yang ada, pelayanan yang baik, dan soisalisasi yang dilakukan kepada masyarakat. Kuantitas penerimaan pajak di Kota Banjar berdasarkan data yang dilihat selama 5 tahun ada sektor-sektor yang memepengaruhi kuantitas penerimaan pajak. Target penerimaan pajak di Kota Banjar selalu mencapai target walaupun pencapaiannya di setiap sektor berbeda-beda, pencapaian di tiap sektor ada yang dicapai di fase awal, fase tengah, dan akhir. ENGLISH Tax is one source of state revenue used to carry out development for all Indonesian people. Ideal local tax revenue is revenue that continues to grow, without a year or even a quarter has decreased. Local tax receipts each year make a large contribution to the Regional Original Revenue (PAD). In addition to the development of a region, local tax revenue is one of the sources of the regional budget (APBD), there are a lot of potentials that are in the Banjar City region which causes the local tax revenue to exceed the target. The theory used by researchers is according to Dharma about local tax revenue includes the quality, the quality produced is achieved or not by the local tax revenue the quantity to be completed has reached the target and the time according to whether or not the planned time. The method used by researchers is a qualitative approach with descriptive methods because researchers assume using this method can get information to be used as a solution to the problem. Local tax revenue in the city of Banjar is seen from the quality that is affected by the potential for taxes, good service and socialization, there are 4 sectors that most affect local tax revenue, namely the UN, BPHTB, street lighting, restaurant tax and time targeted in 1 year reached. Local tax receipts in the City of Banjar are positive due to indications that tax receipts have reached the target of 100%, it is caused due to the achievement of quality, quantity, and time as referred to in the Dharma theory. The quality of tax revenue in Banjar City is influenced by the potential of existing taxes, good service, and the socialization done to the community. The quantity of tax revenue in the city of Banjar based on data seen over 5 years there are sectors that affect the quantity of tax revenue. The tax revenue target in Banjar City always reaches the target even though the achievements in each sector are different, the achievements in each sector are achieved in the initial, middle and final phases.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pajak; Penerimaan Pajak Daerah;
Subjects: Accounting
Accounting > Tax Accounting
Accounting > Public Accounting
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Administrasi Publik
Depositing User: Nijar Fathurrohman
Date Deposited: 05 Nov 2019 02:15
Last Modified: 05 Nov 2019 02:15
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/26001

Actions (login required)

View Item View Item