Politeness strategies in talk show used by Anggun C. Sasmi and Taylor Swift

Devi, Della Frisca (2019) Politeness strategies in talk show used by Anggun C. Sasmi and Taylor Swift. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (24kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (25kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (133kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (99kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (335kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (97kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (338kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (103kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (21kB) | Request a copy

Abstract

ENGLISH: In this research, the writer analyzed two Talk shows with two different speakers, Anggun C. Sasmi and Taylor Swift as the object of the study. Politeness strategies are often used to create good self-image in different ways, as they are closely related to culture and each culture has a different form of strategy. The writer uses the politeness strategy theory of Brown and Levinson to analyze the data. The research method of this research is a descriptive comparative method. The writer used four steps in collecting the data, those are observing, selecting, identifying, and the last is transcribing. Then, the technique of analyzing data used are three steps, are familiarization and organization, classifying data, and the interpreting data. The results of this research are: First, the writer found 73 data in this analysis. The data found by the writer are 4 data bald on record strategy, 65 data positive politeness strategy, 2 data negative politeness strategy, and 2 data for the off-record strategy. Second, Politeness strategies used by Anggun C. Sasmi and Taylor Swift have a similarities and differences. Taylor Swift is more free to express opinions than Anggun C. Sasmi. Anggun C. Sasmi seems to use more positive politeness strategies. When she acts as the speaker, she tries to show that the hearer is respected and accepted in an interaction. While Taylor Swift, beside using positive politeness strategies, she also uses a bald on record strategy that has concept to the point where the speaker has freedom of speech, the speaker says what she wants to say that can threaten the recipient's face. It can be concluded that both of them have similarities and differences in using politeness strategies, which are influenced by their respective cultures, because differences of culture make the strategies used in politeness also different and each person has her politeness strategy in speaking. As known, Anggun C. Sasmi came from Indonesia, while Taylor Swift came from England. INDONESIA: Dalam penelitian ini, penulis menganalisis dua Talk show dengan dua pembicara berbeda, Anggun C. Sasmi dan Taylor Swift sebagai objek penelitian. Strategi kesopanan sering digunakan untuk menciptakan citra diri yang baik dengan cara yang berbeda, karena mereka terkait erat dengan budaya dan masing-masing budaya memiliki bentuk strategi yang berbeda. Penulis menggunakan teori strategi kesopanan Brown dan Levinson untuk menganalisis data. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode deskriptif komparatif. Penulis menggunakan empat langkah dalam mengumpulkan data, yaitu mengamati, memilih, mengidentifikasi, dan yang terakhir adalah menyalin. Kemudian, teknik menganalisis data yang digunakan adalah tiga langkah, yaitu sosialisasi dan organisasi, mengklasifikasikan data, dan menginterpretasikan data. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, penulis menemukan 73 data dalam analisis ini. Data yang ditemukan oleh penulis adalah 4 data tanpa strategi , 65 data strategi kesopanan positif, 2 data strategi kesopanan negatif, dan 2 data untuk strategi tidak langsung. Kedua, strategi Politeness yang digunakan oleh Anggun C. Sasmi dan Taylor Swift memiliki persamaan dan perbedaan. Keduanya memiliki persamaan yakni Taylor Swift lebih bebas mengekspresikan pendapat daripada Anggun C. sasmi. Anggun C. Sasmi tampaknya menggunakan strategi kesopanan yang lebih positif. Ketika dia bertindak sebagai pembicara, dia mencoba menunjukkan bahwa pendengarnya dihormati dan diterima dalam suatu interaksi. Sementara Taylor Swift, selain menggunakan strategi kesopanan positif, dia juga menggunakan tanpa strategi yang memiliki konsep sampai titik di mana pembicara memiliki kebebasan berbicara, pembicara mengatakan apa yang ingin dia katakan yang dapat mengancam wajah penerima. Dapat disimpulkan bahwa keduanya memiliki kesamaan dan perbedaan dalam menggunakan strategi kesopanan, yang dipengaruhi oleh budaya masing-masing, karena perbedaan budaya membuat strategi yang digunakan dalam kesopanan juga berbeda dan setiap orang memiliki strategi kesopanannya masing-masing dalam berbicara. Seperti yang diketahui, Anggun C. Sasmi berasal dari Indonesia, sedangkan Taylor Swift berasal dari Inggris.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Linguistics > Research and Statistical Methods of Linguistic
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Della Frisca Devi
Date Deposited: 13 Sep 2019 03:27
Last Modified: 13 Sep 2019 03:27
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/23763

Actions (login required)

View Item View Item