Pengaruh Inflasi terhadap jumlah sertifikat Reksa dana Syari’ah yang dimilki Bank Umum Syari’ah (BUS) di Indonesia.

Fazri, M. Azmi Nurul (2019) Pengaruh Inflasi terhadap jumlah sertifikat Reksa dana Syari’ah yang dimilki Bank Umum Syari’ah (BUS) di Indonesia. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (219kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_ABSTRAK.pdf

Download (219kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_DAFTAR ISI.pdf

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_BAB I.pdf

Download (464kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (683kB)
[img] Text (BAB III)
6_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (334kB)
[img] Text (BAB IV)
7_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (691kB)
[img] Text (BAB V)
8_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (109kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (240kB)

Abstract

Inflasi merupakan kenaikan harga secara umum atau proses menurunnya nilai mata uang secara terus-menerus. Inflasi di Indonesia mengalami keadaan yang fluktuatif dilihat dari laju inflasi atau dari gerak kenaikan harga. Keadaan tersebut menjadi salah satu risiko yang dihadapi di dalam berinvestasi. Salah satu instrumen di dalam investasi ialah reksa dana syari’ah. Reksa dana syari’ah merupakan suatu wadah yang di pergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya di investasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi dan di jalankan sesuai ketentuan syari’ah. Inflasi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh negatif terhadap jumlah sertifikat reksa dana Syari’ah. Ketika inflasi mengalami kenaikan maka Bank akan meningkatkan BI Rate sehingga masyarakat akan berpindah pada peluang keuntungan yang lebih tinggi seperti memilih menabung atau deposito dan meninggalkan investasi reksa dana syari’ah, sehingga mempengaruhi jumlah sertifikat reksa dana syari’ah yang dimilki Bank Umum Syari’ah (BUS) di Indonesia. Penelitian ini memiliki tujuan, diantaranya untuk: 1) Mengetahui perkembangan inflasi di Indonesia periode Mei 2016-April 2018; 2) Mengetahui perkembangan jumlah sertifikat reksa dana syari’ah yang Dimiliki Bank Umum Syari’ah (BUS) di Indonesia periode Mei 2016-April 2018; dan 3) Mengetahui apakah ada pengaruh inflasi terhadap jumlah sertifikat reksa dana syari’ah yang dimiliki Bank Umum Syari’ah (BUS) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan kerangka teori yang menyatakan bahwa semakin tingginya inflasi maka akan semakin rendah jumlah sertifikat reksa dana syari’ah, begitu pun sebaliknya. Adapun metode yang digunakan ialah metode deskriptif dengan pendeketan kuantitatif. Jenis data yang digunakan ialah data sekunder yang di peroleh dari website resmi Bank Indonesia dan OJK periode Mei 2016 samapi dengan April 2018. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, analisis regresi sederhana, analisis koefisien korelasi pearson product moment, analisis koefisien determinasi, analisis uji hipotesis (uji t), dengan bantuan software SPSS Versi 16.0. Berdasarkan data yang telah di olah di dapatkan hasil sebagai berikut: 1) Perkembangan inflasi di Indonesia periode Mei 2016-April 2018 mengalami kenaikan tertinggi pada bulan Juni 2017 sebesar 4.37%, sedangkan inflasi terendah terjadi pada bulan Desember 2016 yaitu sebesar 3,02%; 2) Perkembangan jumlah sertifikat reksa dana syari’ah yang dimiliki Bank Umum Syari’ah (BUS) di Indonesia periode Mei 2016-April 2018 mengalami kenaikan jumlah tertinggi pada bulan April 2017 sebesar 7.13% dan jumlah terendanya yaitu 3.25% berada pada bulan Juni 2016; 3) Pengaruh inflasi terhadap jumlah sertifikat reksa dana syari’ah yang di miliki bank umum syari’ah (BUS) di Indonesia menggunakan perhitungan koefisien korelasi pearson product moment menunjukkan hasil 0,00<0,085<0,199 artinya memiliki hubungan sangat lemah dan bersifat negatif. Hasil perhitungan standar deviasi diperoleh sebesar 7%, artinya tingkat inflasi berpengaruh hanya sebesar 7% terhadap jumlah sertifikat reksa dana syari’ah serta pengujian hipotesis menggunakan Uji Signifikansi Parsial (Uji t) menunjukan hasil thitung<ttabel yaitu 0, 399<2,074 maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya secara parsial beban inflasi tidak berpengaruh terhadap sertifikat reksa dana syari’ah yang dimiliki Bank Umum Syari’ah (BUS) di Indonesia Periode Mei 2016-April 2018.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Inflasi; Investasi; Sertifikat Reksa dana Syari’ah.
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Bank Islam, Baitul Mal Wat Tamlil
Econmics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Manajeman Keuangan Syariah
Depositing User: M. Azmi. Nurul Fazri
Date Deposited: 02 Sep 2019 01:29
Last Modified: 02 Sep 2019 01:29
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/23138

Actions (login required)

View Item View Item