Representasi perlawanan pada penggusuran dalam film dokumenter Jakarta Unfair: Analisis semiotika Roland Barthes dalam film dokumenter

Silfiani, Syifa (2017) Representasi perlawanan pada penggusuran dalam film dokumenter Jakarta Unfair: Analisis semiotika Roland Barthes dalam film dokumenter. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (71kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (131kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (357kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2-compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (386kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3-compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (836kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (101kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (102kB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA Film dokumenter Jakarta Unfair merupakan sebuah film yang mengisahkan tentang kehidupan para korban penggusuran sebelum dan sesudah penggusuran terjadi. Film yang berdurasi 52 menit 13 detik ini, menayangkan penggusuran di Pasar Ikan Kampung Akuarium, Kalijodo, Kampung Pulo Jakarta Timur, serta Bukit Duri Jakarta Selatan. Film ini diproduksi oleh Watchdoc Indonesian Documentary Channel. Sebuah rumah produksi audio visual yang didirikan oleh dua jurnalis Indonesia, yakni: Dandhy Dwi Laksono dan Andhy Panca Kurniawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi perlawanan pada penggusuran dalam film dokumenter Jakarta Unfair. Untuk menganalisis apa saja makna yang terdapat dalam film tersebut yang berkaitan dengan perlawanan pada penggusuran. Pemaknaan tersebut dianalisis berdasarkan analisis semiotika Roland Barthes. Barthes memiliki tiga tahapan dalam memaknai tanda. Tahapan signifikasi pertama atau denotasi, tahapan signifikasi kedua atau denotasi, dan tahapan signifikasi ketiga atau mitos. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi, observasi, serta studi pustaka. Objek yang dianalisis merupakan sequence pilihan yang terdapat dalam film dokumenter Jakarta Unfair dengan mengambil 4 sequence. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga makna sesuai dengan analisis semiotika Roland Barthes. Makna denotatif yang terdapat pada sequence film dokumenter ini memperlihatkan adanya tanda perlawanan pada penggusuran yang dilakukan para warga korban gusuran. Makna konotasi menunjukkan bahwa perlawanan tersebut merupakan bentuk dari amarah warga, ketidakpercayaan warga, protes serta bentuk kesungguhan warga dalam menuntut keadilan terhadap pemerintah. Sedangkan makna mitos yang didapat ialah penggusuran berujung pada ketidaksejahteraan hidup warga korban gusuran, yang akhirnya memilih untuk melakukan perlawanan pada penggusuran tersebut. ENGLISH The Jakarta Unfair documentary is a film about the lives of evictees before and after the evictions. The films that lasted 52 minutes 13 seconds are showed evictions on Pasar Ikan Kampung Akuarium, Kalijodo, Kampung Pulo in East Jakarta and Bukit Duri in South Jakarta. This film is produced by Watchdoc Indonesian Documentary Channel. An audio-visual production house founded by two Indonesian journalists, Dandhy Dwi Laksono and Andhy Panca Kurniawan. This study aims to determine the representation of resistance to evictions in the documentary Jakarta Unfair. To analyze what the films mean in relation to resistance to evictions. The meaning is analyzed based on Roland Barthes semiotics analysis. Barthes has three stages in interpreting the sign. The first phase of significance or denotation, the second significance or denotation stage, and the third or mythic significance stage. The study uses qualitative approach. Data collection techniques used are documentation study, observation, and literature study. The object of the study is movie sequences which are divided into four sequences. The results of this study indicate that there are three meanings according to Roland Barthes's semiotics analysis. The denotative significance of this documentary sequence shows a sign of resistance to the evictions by residents of eviction victims. The meaning of connotation indicates that the resistance is a form of citizens' anger, distrust of citizens, protests and the form of sincerity of citizens in demanding justice against the government. While the meaning of the myth that is obtained is the eviction leads to the welfare of the victims of eviction victims, who finally chose to fight against the eviction.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pemaknaan; Representasi Perlawanan; Ketidakpercayaan;
Subjects: Factors Affecting Social Behaviour
Relation of The State of Organized Groups
Depositing User: Syifa Silfiani
Date Deposited: 06 Mar 2019 01:42
Last Modified: 06 Mar 2019 01:42
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/19251

Actions (login required)

View Item View Item