Nilai-nilai kisah Nabi Syu'aib a.s dalam Alquran dengan pendekatan fenomenologi Edmund Husserl

Solihah, Solihah (2018) Nilai-nilai kisah Nabi Syu'aib a.s dalam Alquran dengan pendekatan fenomenologi Edmund Husserl. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_Cover.pdf

Download (268kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (223kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (679kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (535kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (946kB) | Request a copy
[img] Text (BABA IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (207kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (322kB) | Request a copy

Abstract

Kisah-kisah dalam alquran bisa dibaca dengan banyak cara, mengingat al-Qur’an merupakan kitab yang sangat terbuka untuk didekati dengan pendekatan apapun dan mungkin di tafsirkan dengan berbagai cara penafsiran. Salah satu paradigma pembacaan kisah dalam al-Qur’an yaitu bisa menggunakan analisis fenomenologi. Fokus penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai-nilai yang terdapat pada kisah Nabi Syu’aib a.s dalam alquran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai yang terkandung pada kisah nabi Syu’aib a.s. Pendekatan yang diambil untuk lebih memperjelas dan memperluas pengetahuan tentang kisah nabi Syu’aib a.s yaitu pendekatan fenomenologi Edmund Husserl. Penulis memilih fenomenologi Edmund Husserl karena beliau mempunyai langkah-langkah dan poin-poin pokok untuk memahami suatu fenomena. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode analisis deskriptif, dengan jenis penelitian kualitatif dan memakai pendekatan fenomenologi Edmund Husserl. Edmund Husser mempuyai tiga langkah untuk memahama suatu fenomena. Pertama, reduksi fenomenologis, yaitu upaya memandang objek apa adanya tanpa prasangka sedikitpun. Kedua, reduksi eidetis yaitu menyaring segala sesuatu yang tidak menjadi hakikat suatu fenomena, guna mencari dan mengenali fundamental stuktur dari objek. Ketiga, reduksi transedental, yakni mengeluarkan segala yang tidak berhubungan dengan kesadaran murni, agar dengan objek tersebut seseorang dapat mencapai dirinya sendiri. Tahap ketiga ini merupakan upaya untuk memahami bagaimana ide atau gagasan dapat dilaksanakan sebagai upaya mencapai kesempurnaan hidup. Dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa nilai-nilai yang terdapat pada kisah Nabi Syu’aib as dengan pendekatan fenomenologi Edmund Husserl ini adalah mengetahui reduksi fenomenologinya yaitu nabi Syu’aib diutus kepada negeri Madyan yang berperilaku tdak mau ikut ajakannya untuk menyembah Allah SWT., Dalam bermu’amalah dan berpolitik, mereka tidak menjadikan syari’at-Nya yang adil sebagai rujukan, Tapi membuat aturan hukum untuk diri mereka sesuai kehendak hawa nafsunya, suka mengurangi takaran dan timbangan dalam jual beli, membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kedzolimam kepada sesama, berlaku sewenang-wenang, menganggu orang lain dari segi harta yaitu suka merampok orang-orang yang lewat ke negri Madyan, dan mengganggu orang lain dari segi kehormatan dan jiwa. Sejarah negri Madyan yang didapat dari negri Israel kuno yaitu ada sebagian orang yang membunuh ayahnya sendiri, suka terhadap ibunya sendiri, serta melakukan pengebirian. Kemudian negri Madyan dihancurkan karena prilaku-prilaku mereka yang sudah jauh dari syariat Islam sebagaimana yang terdapat dalam QS al-A’raaf : 91 dan QS Huud :94. Kemudian reduksi Eidetiknya yaitu sebagai ibrah yang mengisyaratkan atau memberi pelajaran tentang prilaku manusia yang dihilangkan peradabannya disebabkan prilaku mereka yang sudah jauh dari Syari’at agama. Terakhir Reduksi transedental yaitu Risalah kenabian. Tujuan dibalik kisah nabi Syu’aib a.s perintah bertobat kepada suatu negri yang suka melakukan kemaksiatan agar tidak diazab karena tidak semua kaum-kaum terdahulu yang durhaka di hancurkan oleh Allah. Salah satu kaum yang tidak dihancurkan oleh Allah adalah kaum Ninawa karena diakhir mereka mau bertobat dan mengikuti ajaran nabinya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Nabi Syu'aib;fenomnologi; reduksi; transedental; eidetik
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan
Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Cerita dan Kisah dari Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Solihah Solihah
Date Deposited: 18 Sep 2018 06:45
Last Modified: 18 Sep 2018 06:45
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/13780

Actions (login required)

View Item View Item